Lompat ke isi utama

Berita

3Wisata Pengawasan: Mengenal Lumbok Seminung Lampung Barat, 11 Desa dengan 6.291 Pemilih

Foto

Lampung Barat — Bawaslu Kabupaten Lampung Barat terus mendorong penguatan pengawasan partisipatif melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui konsep wisata pengawasan dengan mengangkat potensi wilayah Kecamatan Lumbok Seminung sebagai bagian dari edukasi kepemiluan.

Lumbok Seminung merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Lampung Barat yang memiliki daya tarik alam yang khas, terutama kawasan Danau Ranau yang menjadi ikon wisata sekaligus pusat aktivitas masyarakat. Di balik keindahan tersebut, wilayah ini juga memiliki peran strategis dalam dinamika pemilu di daerah.

Secara administratif, Kecamatan Lumbok Seminung terdiri dari 11 desa dengan jumlah pemilih sebanyak 6.291 orang. Jumlah ini mencerminkan pentingnya peran masyarakat dalam menentukan arah demokrasi, sehingga pengawasan pemilu di wilayah ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga integritas pemilu.

Melalui wisata pengawasan, Bawaslu Lampung Barat menghadirkan pendekatan edukasi yang lebih santai, komunikatif, dan membumi. Masyarakat tidak hanya diajak menikmati potensi daerahnya, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan dalam setiap tahapan pemilu.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Bawaslu Lampung Barat, Tamam Mulhadi, menyampaikan bahwa mengenal wilayah menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran pengawasan.

“Lumbok Seminung dengan 11 desa dan 6.291 pemilih memiliki peran penting dalam proses demokrasi. Melalui wisata pengawasan, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih memahami posisi strategis mereka dalam menjaga kualitas pemilu,” ujar Tamam.

Ia menjelaskan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan yang berbasis potensi lokal dinilai mampu meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat.

Dalam kegiatan ini, Bawaslu juga menyampaikan edukasi terkait pencegahan pelanggaran, pentingnya menolak politik uang, serta mekanisme pelaporan apabila ditemukan dugaan pelanggaran di lapangan.

Menurut Tamam, masyarakat di wilayah Lumbok Seminung memiliki potensi besar untuk menjadi pengawas partisipatif, mengingat kuatnya interaksi sosial dan nilai kebersamaan yang masih terjaga.

“Dengan pendekatan yang lebih dekat dan sesuai dengan karakter masyarakat, kami berharap pesan-pesan pengawasan dapat lebih mudah diterima dan dipahami. Masyarakat bisa menjadi pelopor dalam menjaga demokrasi di lingkungannya,” lanjutnya.

Selain itu, wisata pengawasan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran bahwa setiap suara memiliki arti penting dalam proses demokrasi. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Bawaslu Lampung Barat berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga turut berperan sebagai pengawas yang peduli terhadap jalannya pemilu.

Sebagai penutup, Tamam menegaskan bahwa Bawaslu akan terus menghadirkan inovasi dalam pengawasan yang adaptif dan relevan dengan kondisi daerah.

“Wisata pengawasan ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mendekatkan Bawaslu dengan masyarakat. Dengan mengenal wilayah dan memperkuat partisipasi, kita optimistis dapat mewujudkan demokrasi yang berkualitas,” pungkasnya.

Penulis: Shinta Yunia

Foto: Aldy Avicena

Tag
DPT, Danau Ranau, Pemilu, Lampung Barat