Lompat ke isi utama

Berita

Jejak Pengawasan: Sosialisasi Pemilu Melalui Lomba Layang-Layang Jadi Inspirasi Edukasi Demokrasi

Foto pengawasan

Lampung Barat — Upaya sosialisasi pemilu tidak selalu harus dilakukan melalui forum formal. Pendekatan yang kreatif dan dekat dengan masyarakat justru dinilai lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi. Salah satunya melalui kegiatan lomba layang-layang yang dikemas sebagai media edukasi dan pengawasan partisipatif.

Bawaslu Kabupaten Lampung Barat melihat bahwa kegiatan berbasis kearifan lokal seperti lomba layang-layang dapat menjadi sarana yang inspiratif dalam menyampaikan pesan-pesan kepemiluan kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan komunitas desa.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mampu menyisipkan edukasi tentang pentingnya pemilu yang jujur dan adil. Melalui kreativitas desain layang-layang, peserta dapat menuangkan pesan-pesan pengawasan, ajakan menggunakan hak pilih, hingga kampanye anti-politik uang.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Bawaslu Lampung Barat, Tamam Mulhadi, menilai pendekatan ini sebagai bentuk inovasi dalam memperluas jangkauan sosialisasi pemilu.

“Pendekatan seperti ini sangat efektif karena menyentuh langsung masyarakat. Sosialisasi tidak lagi terasa kaku, tetapi hadir dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan dan membumi,” ujar Tamam.

Menurutnya, pengawasan partisipatif harus dibangun melalui berbagai cara yang relevan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat. Dengan memanfaatkan kegiatan lokal, pesan-pesan pengawasan dapat lebih mudah diterima dan dipahami.

Lebih lanjut, Tamam menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga integritas pemilu. Tidak hanya sebagai peserta, masyarakat juga diajak menjadi bagian dari pengawas yang aktif di lingkungannya.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi juga tanggung jawab bersama. Semakin banyak masyarakat yang terlibat, maka kualitas demokrasi akan semakin baik,” lanjutnya.

Selain itu, lomba layang-layang juga dinilai mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini mungkin belum tersentuh oleh sosialisasi formal. Dengan suasana yang santai dan penuh kebersamaan, pesan-pesan kepemiluan dapat tersampaikan secara lebih natural.

Bawaslu Lampung Barat berharap, kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak dalam mengembangkan metode sosialisasi yang inovatif dan berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, edukasi pemilu tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga partisipatif dan berkelanjutan.

Melalui jejak pengawasan yang kreatif dan adaptif, Bawaslu terus berkomitmen untuk menghadirkan pengawasan yang dekat dengan masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Penulis: Aldy Avicena

Foto: Shinta

Tag
Pengawasan, Pemilu 2024, Bawaslu Lampung Barat