Bawaslu Lampung Barat Ajak Masyarakat Tidak Diam terhadap Pelanggaran Pemilu
|
Lampung Barat, 10 Juni 2026 – Keberhasilan pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Ketika masyarakat memilih diam saat melihat adanya dugaan pelanggaran, potensi terjadinya pelanggaran yang lebih luas akan semakin besar dan dapat berdampak pada kualitas demokrasi.
Bawaslu Kabupaten Lampung Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berani berpartisipasi dalam mengawal proses demokrasi dengan melaporkan dugaan pelanggaran yang ditemukan. Keterlibatan masyarakat merupakan salah satu bentuk pengawasan partisipatif yang memiliki peran penting dalam menjaga integritas pemilu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Barat, Novri Jonestama, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa informasi dari masyarakat sering kali menjadi sumber penting dalam upaya pencegahan maupun penanganan pelanggaran pemilu.
“Pengawasan pemilu akan semakin kuat apabila masyarakat turut peduli dan berani menyampaikan informasi terkait dugaan pelanggaran yang ditemukan. Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi seluruh warga negara,” ujarnya.
Menurut Novri, sikap apatis atau memilih diam ketika melihat pelanggaran dapat menyebabkan praktik yang melanggar aturan terus berulang tanpa adanya perbaikan. Sebaliknya, kepedulian masyarakat dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan pemilu yang lebih jujur, adil, dan berintegritas.
Bawaslu juga terus mendorong peningkatan kesadaran publik melalui berbagai kegiatan sosialisasi, pendidikan pengawasan partisipatif, serta penyebarluasan informasi kepemiluan agar masyarakat memahami hak dan perannya dalam mengawal demokrasi.
Selain itu, masyarakat tidak perlu ragu untuk menyampaikan laporan atau informasi kepada Bawaslu apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu. Setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Melalui pengawasan partisipatif, masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Dengan kepedulian dan keberanian untuk bertindak, pelanggaran dapat dicegah dan proses demokrasi dapat berjalan lebih baik.
Penulis: Aldy Avicena
Foto: Shinta