Lompat ke isi utama

Berita

Setawitan, Suyunan, Sehangguman: Bawaslu Lambar Rawat Semangat Kebersamaan

Foto

Lampung Barat, 29 September 2026 — Menjaga demokrasi bukan pekerjaan satu lembaga. Dibutuhkan kepedulian, kebersamaan, dan keterlibatan masyarakat agar proses demokrasi dapat berjalan dengan baik. Semangat tersebut turut terasa dalam Pengajian Akbar rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lampung Barat yang digelar di Islamic Center Sekuting Terpadu, Selasa (29/9/2026).

Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Barat, Novri Jonestama, hadir dalam kegiatan yang mengusung tema “Setawitan, Suyunan, Sehangguman, Maju Jejama” tersebut. Pengajian menghadirkan penceramah Dr. H. Das'at Latif, S.Ag., M.Si., Ph.D.

Bagi Bawaslu Kabupaten Lampung Barat, momentum tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi daerah, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.

Novri Jonestama mengatakan, semangat kebersamaan yang menjadi pesan dalam tema HUT Kabupaten Lampung Barat merupakan nilai yang penting untuk terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat.

“Setawitan, suyunan, sehangguman, maju jejama mengingatkan kita bahwa kemajuan daerah tidak bisa dibangun sendiri-sendiri. Dibutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan semangat untuk saling mendukung dalam menjaga kehidupan masyarakat, termasuk kehidupan demokrasi,” ujar Jonestama.

Menurutnya, masyarakat memiliki posisi penting dalam menjaga demokrasi. Karena itu, Bawaslu terus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan pemilu.

“Demokrasi akan semakin kuat ketika masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi bagian dari proses menjaganya. Kami berharap semangat kebersamaan ini terus tumbuh dan menjadi energi positif bagi pengawasan partisipatif di Lampung Barat,” lanjutnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Lampung Barat, Tamam Mulhadi, mengatakan semangat kebersamaan yang tercermin dalam tema kegiatan memiliki keterkaitan erat dengan pengawasan partisipatif.

“Pengawasan pemilu tidak bisa hanya mengandalkan Bawaslu. Masyarakat memiliki peran penting untuk ikut mengawasi, menyampaikan informasi, dan menjaga lingkungan agar proses demokrasi berjalan dengan baik. Semangat maju bersama inilah yang terus kami dorong,” ujar Tamam.

Menurut Tamam, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk yang formal. Kepedulian terhadap informasi kepemiluan, keberanian menyampaikan dugaan pelanggaran, serta ikut menjaga suasana demokrasi yang sehat merupakan bagian dari pengawasan partisipatif.

“Ketika masyarakat memiliki kepedulian dan mau terlibat, maka pengawasan menjadi lebih kuat. Karena demokrasi pada akhirnya bukan hanya milik penyelenggara, tetapi milik kita bersama,” lanjut Tamam.

Kehadiran Bawaslu dalam kegiatan kemasyarakatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Bawaslu tidak hanya hadir ketika tahapan pemilu berlangsung, tetapi terus membangun hubungan dengan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Lampung Barat.

Pengajian yang disampaikan Dr. H. Das'at Latif menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan silaturahmi di tengah masyarakat.

Tema “Setawitan, Suyunan, Sehangguman, Maju Jejama” menjadi pesan bahwa kemajuan Kabupaten Lampung Barat membutuhkan kebersamaan seluruh elemen. Semangat tersebut juga relevan dengan upaya membangun budaya demokrasi yang sehat dan partisipatif.

Bawaslu Kabupaten Lampung Barat terus mendorong masyarakat untuk mengambil bagian dalam pengawasan pemilu. Sebab, semakin banyak masyarakat yang peduli dan terlibat, semakin luas pula ruang untuk bersama-sama menjaga proses demokrasi.

Penulsi: Shintha Yunia

Foto: Nando