Lompat ke isi utama

Berita

Wisata Pengawasan: Mengenal Suoh Lampung Barat, 7 Desa dengan 14.011 Pemilih

Foto

Lampung Barat — Bawaslu Kabupaten Lampung Barat terus mengembangkan pendekatan pengawasan partisipatif melalui konsep wisata pengawasan, salah satunya dengan mengangkat potensi dan karakteristik wilayah Kecamatan Suoh sebagai bagian dari edukasi kepemiluan kepada masyarakat.

Suoh merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Lampung Barat yang dikenal dengan kekayaan alamnya yang unik, mulai dari danau, sumber air panas, hingga lanskap alam yang masih asri. Di balik pesona tersebut, Suoh juga memiliki peran penting dalam dinamika demokrasi lokal.

Secara administratif, Kecamatan Suoh terdiri dari 7 desa dengan jumlah pemilih mencapai 14.011 orang. Angka ini menunjukkan bahwa Suoh memiliki kontribusi yang signifikan dalam setiap penyelenggaraan pemilu, sehingga pengawasan di wilayah ini menjadi hal yang sangat penting.

Melalui kegiatan wisata pengawasan, Bawaslu Lampung Barat berupaya mengajak masyarakat untuk lebih mengenal wilayahnya sekaligus memahami peran penting mereka dalam menjaga kualitas demokrasi. Pendekatan ini dinilai efektif karena menggabungkan edukasi dengan kearifan lokal serta kehidupan sehari-hari masyarakat.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Bawaslu Lampung Barat, Tamam Mulhadi, menyampaikan bahwa mengenal wilayah merupakan langkah awal dalam membangun pengawasan yang kuat dan partisipatif.

“Melalui wisata pengawasan, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih mengenal Suoh, tidak hanya dari sisi geografis dan potensi alamnya, tetapi juga dari sisi kepemiluan. Dengan jumlah 14.011 pemilih di 7 desa, tentu peran masyarakat di sini sangat strategis,” ujar Tamam.

Ia menambahkan bahwa pengawasan pemilu harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah, termasuk kondisi geografis dan sosial masyarakat. Dengan memahami hal tersebut, strategi pengawasan dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Dalam kegiatan ini, Bawaslu juga menyampaikan berbagai informasi terkait pengawasan pemilu, mulai dari pentingnya pencegahan pelanggaran, peran masyarakat dalam pengawasan, hingga mekanisme pelaporan apabila ditemukan dugaan pelanggaran.

Menurut Tamam, masyarakat di wilayah seperti Suoh memiliki potensi besar untuk menjadi pengawas partisipatif, karena kedekatan sosial dan interaksi antarwarga yang masih kuat.

“Pengawasan yang melibatkan masyarakat akan jauh lebih efektif. Kami ingin mendorong masyarakat Suoh untuk menjadi pelopor dalam menjaga integritas pemilu di lingkungannya masing-masing,” lanjutnya.

Selain itu, wisata pengawasan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran bahwa setiap suara memiliki nilai penting dalam menentukan arah pembangunan. Dengan jumlah pemilih yang cukup besar, partisipasi masyarakat Suoh menjadi salah satu faktor penentu kualitas demokrasi di Lampung Barat.

Bawaslu Lampung Barat berharap, melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek sosialisasi, tetapi juga subjek aktif dalam pengawasan pemilu. Dengan demikian, pengawasan tidak hanya dilakukan oleh lembaga, tetapi juga menjadi gerakan bersama.

Sebagai penutup, Tamam menegaskan bahwa Bawaslu akan terus menghadirkan inovasi pengawasan yang adaptif dan dekat dengan masyarakat.

“Wisata pengawasan ini menjadi salah satu cara kami untuk memastikan bahwa edukasi demokrasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah Suoh. Dengan mengenal wilayah dan peran masing-masing, kita dapat bersama-sama menjaga pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas,” pungkasnya.

Penulis: Shinta Yunia

Foto: Aldy Avicena

Tag
DPT, Pemilu, Suoh, Bawaslu, Lampung Barat