Lompat ke isi utama

Berita

Anggota Bawaslu RI Harapkan Buku Manajemen Pengawasan Pemilu Jadi Referensi Penguatan Demokrasi

Foto

Anggota Bawaslu, Herwyn J.H. Malonda dalam Diskusi dan Bedah Buku Manajemen Pengawasan Pemilu di Indonesia di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Jakarta, 30 Juni 2026 – Anggota Bawaslu RI, Herwyn J.H. Malonda, berharap buku Manajemen Pengawasan Pemilu di Indonesia dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi pengawas pemilu, penyelenggara pemilu, akademisi, mahasiswa, pemantau pemilu, hingga masyarakat sipil. Harapan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Diskusi dan Bedah Buku Manajemen Pengawasan Pemilu di Indonesia yang digelar di Jakarta.

Menurut Herwyn, buku tersebut disusun berdasarkan pengalaman kelembagaan Bawaslu, praktik pengawasan di lapangan, serta kebutuhan pengembangan keilmuan di bidang kepemiluan. Ia menegaskan bahwa buku tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi perjalanan kelembagaan, tetapi juga diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan mendorong kepastian hukum dalam penyelenggaraan pemilu.

Dalam penyusunannya, buku ini menggunakan pendekatan normatif dan empiris dengan mengkaji regulasi, putusan, kebijakan kelembagaan, praktik pengawasan, serta data survei dan telepolling Bawaslu pada Pemilu 2024. Pendekatan tersebut dipilih agar pengawasan pemilu dapat dipahami secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek regulasi, tetapi juga melalui dinamika pelaksanaan di lapangan.

Herwyn menjelaskan bahwa salah satu pokok bahasan utama dalam buku tersebut adalah pengawasan pemilu sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan elektoral. Menurutnya, setiap warga negara harus memperoleh perlindungan atas hak pilihnya, sementara seluruh peserta pemilu berhak mendapatkan perlakuan yang setara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Buku ini tidak hanya berbicara tentang apa yang telah dilakukan, tetapi juga tentang apa yang masih perlu diperbaiki. Demokrasi membutuhkan lembaga yang terus belajar dan penyelenggara yang terbuka terhadap evaluasi demi mewujudkan pengawasan pemilu yang semakin berkualitas," ujar Herwyn.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bawaslu RI, Yuda Setiawan, menyampaikan bahwa penerbitan buku tersebut merupakan bagian dari upaya membangun tradisi akademik di lingkungan Bawaslu. Ia berharap gagasan yang dihasilkan melalui diskusi dan bedah buku dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan, pengembangan program, serta peningkatan kualitas manajemen pengawasan pemilu di masa mendatang.

Penulis: Aldy Avicena

Foto: Dok. Bawaslu RI

Tag
Herwyn JH Malondabedah buku bawaslu