Bawaslu Perkuat Perencanaan Anggaran Berbasis Risiko untuk Tingkatkan Akuntabilitas
|
Jakarta, 2 Juli 2026 – Bawaslu terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola keuangan melalui penerapan perencanaan anggaran berbasis risiko. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap alokasi anggaran lebih tepat sasaran, efisien, dan mampu mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu secara optimal.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, dalam Rapat Peningkatan Kualitas Perencanaan Anggaran Berbasis Risiko di Jakarta. Menurutnya, mitigasi risiko merupakan salah satu elemen penting dalam mewujudkan pengelolaan anggaran yang akuntabel sekaligus memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas kelembagaan.
"Penerapan mitigasi risiko menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola keuangan yang lebih baik. Dengan perencanaan yang matang, anggaran dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran untuk mendukung pelaksanaan pengawasan pemilu yang semakin efektif," ujar Ferdinand.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Bawaslu periode 2023–2025, Ichsan Puadi, menekankan pentingnya penerapan risk-based thinking atau pola pikir berbasis risiko dalam setiap proses penyusunan anggaran. Menurutnya, identifikasi potensi risiko sejak tahap perencanaan akan membantu menghasilkan alokasi anggaran yang lebih tepat, efisien, serta selaras dengan target kinerja yang telah ditetapkan.
Ichsan menjelaskan bahwa mitigasi risiko tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan aspek administrasi, tetapi juga menjadi landasan dalam menciptakan perencanaan yang berkualitas. Dengan manajemen risiko yang diterapkan secara konsisten, pelaksanaan program dan kegiatan pengawasan pemilu diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui penerapan perencanaan anggaran berbasis risiko, Bawaslu berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan efektif sebagai bagian dari upaya mendukung penyelenggaraan pengawasan pemilu yang profesional di seluruh Indonesia.
Penulis: Aldy Avicena
Foto: Dok. Bawaslu RI