Bawaslu Lampung Barat Ajak Masyarakat Merawat Demokrasi melalui Kepedulian dan Partisipasi
|
Lampung Barat, 28 Juni 2026 – Bawaslu Kabupaten Lampung Barat mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan merawat demokrasi melalui sikap peduli, jujur, dan aktif berpartisipasi dalam setiap proses demokrasi. Demokrasi diibaratkan seperti tanaman yang membutuhkan perhatian dan perawatan agar dapat tumbuh kuat serta memberikan manfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai sebuah sistem yang berlandaskan kedaulatan rakyat, demokrasi tidak dapat berkembang dengan baik tanpa keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kepedulian terhadap proses demokrasi, kejujuran dalam menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta partisipasi aktif dalam kehidupan berdemokrasi menjadi unsur penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
Demokrasi yang dirawat bersama akan menjadi fondasi bagi terciptanya kehidupan berbangsa yang adil, harmonis, dan berintegritas. Oleh karena itu, setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menghormati perbedaan pendapat, menjaga persatuan, serta turut mengawal setiap tahapan demokrasi agar tetap berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan transparansi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Barat, Novri Jonestama, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa menjaga demokrasi merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas penyelenggara pemilu.
"Demokrasi ibarat tanaman yang harus dirawat bersama. Jika dipelihara dengan kepedulian, kejujuran, dan partisipasi aktif masyarakat, maka demokrasi akan tumbuh semakin kuat dan memberikan manfaat bagi seluruh bangsa. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga setiap proses demokrasi agar tetap jujur, adil, dan berintegritas," ujar Novri.
Melalui edukasi ini, Bawaslu Kabupaten Lampung Barat berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga demokrasi terus meningkat. Dengan partisipasi yang aktif dan bertanggung jawab, masyarakat tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan demokrasi yang sehat, berkualitas, dan bermartabat.
Penulis: Aldy Avicena
Foto: Shinta