Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lampung Barat Ajak Masyarakat Kenali Hoaks Pemilu dan Bijak Bermedia Sosial

Foto

Lampung Barat – Bawaslu Kabupaten Lampung Barat mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran hoaks atau informasi palsu seputar pemilu yang kerap muncul di media sosial. Ajakan tersebut disampaikan melalui konten edukasi publik yang dipublikasikan pada Rabu (13/5/2026).

Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Barat, Novri Jonestama, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa penyebaran hoaks pemilu dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi apabila tidak disikapi secara bijak dan kritis.

Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan dalam memilah informasi sebelum menyebarkannya, terutama informasi yang berkaitan dengan tahapan pemilu, hasil pemungutan suara, maupun isu-isu politik yang belum jelas kebenarannya.

“Hoaks pemilu dapat memicu kesalahpahaman, menurunkan kepercayaan publik, bahkan berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Karena itu masyarakat harus lebih bijak dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi,” ujar Novri.

Dalam konten edukasi tersebut, Bawaslu Lampung Barat menjelaskan beberapa contoh hoaks yang sering muncul saat pemilu, seperti isu surat suara sudah dicoblos sebelum pemungutan suara, hasil pemilu dapat diubah secara sepihak, hingga anggapan bahwa golput tidak berpengaruh terhadap hasil demokrasi.

Bawaslu menegaskan bahwa setiap tahapan pemilu memiliki mekanisme pengawasan yang ketat dan dilakukan secara terbuka oleh penyelenggara pemilu bersama pengawas pemilu serta berbagai unsur masyarakat.

Selain itu, proses penghitungan suara juga dilaksanakan secara transparan dan dapat disaksikan oleh banyak pihak, mulai dari saksi peserta pemilu, pengawas pemilu, hingga masyarakat umum.

Novri menambahkan bahwa partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga ruang digital agar tetap sehat dan kondusif menjelang tahapan pemilu mendatang.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan informasi melalui sumber resmi sebelum membagikannya ke media sosial maupun grup percakapan.

“Kami mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip saring sebelum sharing. Jangan sampai ikut menyebarkan informasi yang belum tentu benar karena dapat merugikan banyak pihak dan mengganggu kualitas demokrasi,” jelasnya.

Melalui edukasi tersebut, Bawaslu Kabupaten Lampung Barat berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya literasi digital serta mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menyikapi informasi kepemiluan.

Penulis: Aldy Avicena

Foto: Shinta

 

Tag
Novri Jonestama, Bawaslu, Pengawasan, Lampung Barat, Fakta, Hoaks